jump to navigation

Benda di sekitar kita.. Maret 30, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

ternyata dalam kehidupan kita sehari-hari banyak sekali ditemukan benda-benda yang mengandung sentuhan ke-7 aliran seni yang telah dibahas. berikut ini beberapa benda yang ada di sekitar kami.. silakan menikmati..

(silakan klik gambar untuk melihat keterangan..)

lampu baca mini gambar 1. lampu baca mini

blouse gambar 2. blouse

jam gambar 3. jam

jam antik gambar 4. jam antik

meja gambar 5. meja

baju gambar 6. baju

Iklan

Konstruktivisme Maret 24, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan adalah bentukan (konstruksi) kita sendiri (Von Glaserfeld). Pengetahuan bukan tiruan dari realitas, bukan juga gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan merupakan hasil dari konstruksi kognitif melalui kegiatan seseorang dengan membuat struktur, kategori, konsep, dan skema yang diperlukan untuk membentuk pengetahuan tersebut.

Tema dari konstruktivisme terlihat minimalis, yang banyak menggunakan elemen -elemen dasar.
Tokoh-tokoh dalam kegerakan konstruktivisme adalah Vladimir Tatlin, Kasimir Malevich, Alexandra Exter, Robert Adams, dan El Lissitzky.


El Lissitzky

(1890-1941)

El (Elizar or Lazar or Eliezer) Marcovich Lissitzky merupakan designer, tipografer, pelukis, fotografer, arsitek, dan juga seorang guru.dia sangat mempunyai pengaruh yang besar terhadap pekerjaan design di Bauhaus dan juga pada kegerakan De Stijl, dan seni modern komersil.
konstruktivisme1 konstruktivisme2

Sumber:

http://blog.persimpangan.com/blog/2007/09/21/construktivisme-teori-konstruktivisme/

www.arthistoryguide.com/travel/travel25.aspx

www.arthistoryguide.com/travel/travel25.aspx

Futurisme Maret 24, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
1 comment so far

Futurisme dari bahasa Perancis, futur atau bahasa Inggris, future yang keduanya berarti “masa depan” adalah:

  1. aliran seni yang avant-garde, atau sebelum masanya, terutama pada tahun 1909 Masehi
  2. pandangan yang lebih mementingkan masa depan.

kata “isme” yang berarti paham atau suatu keyakinan. Berarti, futurisme adalah suatu paham dari beberapa orang atau sekelompok orang yang percaya atau yakin akan adanya masa mendatang yang lebih baik, dalam arti lebih modern, lebih konkrit, bahkan diyakini bahwa manusia akan mampu menguasai jagad raya dengan tehnologi yang dimilikinya nanti. Harapannya, seperti yang terpampang pada film-film kolosal seperti “star wars” dimana digambarkan bahwa manusia mampu menguasai jagad raya.

Hal ini muncul sejak manusia mengenal peradaban yang merupakan titik tolak kemajuan kehidupan manusia sebagai mahluk modern. Hal ini muncul, menurut catatan sejarah, ada di mesir dan daratan tiongkok, sedangkan karya-karyanya berawal dengan dibangunnya spinx dan pyramida di mesir, tembok cina di daratan tiongkok, dan masih banyak lagi lainnya.

Futurisme adalah aliran seni yang mendukung perkembangan tipografi sebagai unsure ekspresi dalam desain. Artinya, dalam futurisme huruf tidak hanya diperlakukan sebagai tanda bunyi tetapi juga sebagai lambang rupa untuk menyampaikan suatu makna. Hal ini disebabkan karena banyak penyair futurisme yang memanfaatkan tipografi sebagai bagian dari ungkapan perasaannya dalam berpuisi.

Sejarah Futurisme

Futurisme merupakan sebuah gerakan seni yang aslinya berasal dari Italia pada awal abad ke-20. Walaupun kemunculan Futurisme dapat terlihat pada tahun-tahun awal abad ke-20, sebuah esay pada tahun 1907 yang berjudul “Entwurf einer neuen Ästhetik der Tonkunst” (Sketch of a New Aesthetic of Music) oleh penggubah Italia, Ferrucio Busoni, disebut-sebut sebagai titik awal yang sebenarnya. Futuriame merupakan gerakan besar dari Italia dan Rusia, walaupun ia juga mempengaruhi negara-negara lain, contohnya Inggris.

Para futuris mengeksplorasi setiap bagian dari seni, termasuk lukisan, patung, puisi, teater, musik, arsitektur, bahkan gastronomi. Pujangga Italia, Filipo Tommaso Marinetti, adalah yang pertama diantara mereka yang menghasilkan sebuah manifesto pada filosofi artistik.

Filipo Tommaso Marianetti

Polemik Marinetti dengan segera menarik dukungan para pelukis Milanese seperti Umberto Boccioni, Carlo Carra, dan Luigi Russolo yang ingin merealisasikan ide-ide Marinetti ke dalam suatu bentuk seni visual. Pelukis Giacomo Ballaa dan Gino Severini bertemu Marinetti pada 1910 dan bersama dengan Boccioni, Carrà dan Russolo menerbitkan Manifesto of the Futurist Painters yang menggambarkan manifesto Marinetti dengan penuh kekerasan dan deklamasi.

Para pelukis futuris lambat dalam mengembangkan masalah yang berkaitan. Pada 1910 dan 1911 mereka menggunakan teknik divisionisme, memecah cahaya dan warna menjadi titik-titik dan garis-garis, yang diciptakan oleh Seurat. Severini yang tinggal di Paris menjadi yang pertama mengadaptasi gaya kubisme.

Pangadaptasian kubisme menetapkan gaya lukisan futuris yang lebih maju, dimana Boccioni dan Severini memadukannya dengan warna-warna matang dan sapuan kuas yang menggambarkan divisionisme. Namun para pelukis futuris terbagi dalam kelompok-kelompok antara futurisme yang diam dan statis milik Picasso, Braque, dan Gris.

Pada 1914, perbedaan artistik diantara kelompok Milan diantara Matinetti, Boccioni, dan Balla, dan kelompok Florence diantara Carra, Ardengo Soffici, dan Giovanni, Papini menciptakan suatu celah dalam futurisme Italia.

Pasca perang, menyembunyikan fakta bahwa futurisme Italia harus berakhir. Kelompok Florence secara formal telah mengajukan pengunduran dirinya dari pergerakan pada akhir 1914. Boccioni hanya menghasilkan satu lukisan dan terbunuh pada tahun 1916. Severini melukis beberapa lukisan perang yang signifikan pada 1915.

Cubo Futurisme

Cubo-futurisme merupakan pusat dari futurisme di Rusia yang mendapat pengaruh dari kubisme dan berkembang di Rusia pada 1913.

Para futuris Rusia, seperti Velimir Khlebnikov, Aleksey Kruchenykh, Vladimir Mayakovsky, David Burlyuk, sangat terpukau dengan dinamisme, kecepatan, dan kehidupan urban modern yang tak pernah beristirahat.

Para Futurisme Rusia cenderung ke arah literatur ketimbang gerakan artistik. Pada sisi lain, beberapa artis yang baik menemukan inspirasi pada gambaran pada puisi-puisi futuris dan berekspremimen sendiri.

Pergerakan dimulai untuk menggeser revolusi pada tahun 1917. banyak anggota tetap dari Futurisme Rusia berimigrasi ke negara seberang. Artis seperti Mayakovsky dan Malevich menjadi anggota tetap pengesahan Sovietdan Agitprop pada 1920. yang lain seperti Khlebnikov dieksekusi karena kepercayaannya.

futurisme1Giacomo Balla

Giacomo Balla merupakan bagian dari kegerakan pelukis futurism, dia dilahirkan pada tahun 1871. Beliau merupakan guru yang terkenal pada masanya. Pada awalnya karyanya sangat dipengaruhi oleh Seurat dan kegerakan pontilis, tapi pada tahun 1912 dia bergabung dengan kegerakan futurism. Setelah tahun 1909 lukisan Balla semakin lebih terfokus pada cahaya dan kecepatan. Salah satu karyanya The Hand of the Violinist dan the Speed of the Motorcycle. Giacomo Balla meninggal pada tahun 1958.

berikut ini beberapa karya Futurisme :

futurisme2 futurisme3

futurisme4 futurisme5

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Futurism_%28art%29

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071218015052AAGalt0

www.arthistoryguide.com/travel/travel25.aspx

De Stijl Maret 18, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

Asal De Stijl

De stijl berasal dari Bahasa Inggris, De Style, yang dalam Bahasa Indonesia artinya Gaya. Seni ini diperkenalkan oleh Theo van Doesburg dan Piet Mondrian setelah perang dunia I. Inti dari karya seni De Stijl adalah tidak lagi meniru bentuk-bentuk yang sudah ada di alam, tetapi menyederhanakannya sehingga menjadi sebuah konsep ruang.

 

adalah nama sebuah majalah seni di belanda( 1717-1731 ).

Didirikan oleh PIET MONDRIAN. Merupakan aliran yang tidak ilustratif, tidak naratif dan tidak representasional, melaikan berupa bentuk-bentuk geometris. Karena prisip utama De stijl adalah KEINDAHAN TIDAK HARUS DENGAN BANYAK UKIRAN DAN WARNA, CUKUP MEMGGUNAKAN 3 WARNA DASAR SAJA.

 

Bentuk De Stijl

De Stijl adalah gaya seni lukis yang berasal dari Belanda. Sebagian besar dari karya seni De Stilj menggunakan konsep kubus dan persegi panjang yang bertumpuk-tumpuk. Tetapi tidak semuanya bergaya seperti itu, ada juga beberapa yang memakai lingkaran atau pengaturannya rada miring seperti karya Vilmos Huszár. Bentuk lukisan lainnya dalah susunan kotak-kotak yang terlihat bertumpuk seperti 3 dimensi.Vilmos Huszár’s style Theo van Doesburg’s style

Composition with Yellow, Blue, and Red (Piet Mondrian)Composition with Yellow, Blue, and Red (Piet Mondrian)Composition with Yellow, Blue, and Red (Piet Mondrian) Hal yang menarik dari pelukis de Stijl adalah kemampuan mereka untuk memanipulasi penglihatan anda jauh sebelum optical art ditemukan pada tahun 1960an. Perhatikan lukisan Composition with Yellow, Blue, and Red karya Piet Mondrian. Lihatlah pada tiap-tiap perpotongan antara garis hitam. Apakah ada sesuatu yang terlihat? Hal seperti ini bahkan baru bisa dibahas berapa tahun lalu oleh penulis buku grafis Tatsu Maki.

Piet Mondrian (1872-1944)

Piet Mondrian Pelukis Belanda yang lahir di Amersfoort dan menempuh pendidikan di Amsterdam Academy. Awalny ia cenderung menggunakan gaya naturalism, tetapi pada akhirnya ia beralih ke gaya kubism. Ia menyederhanakan gambar bentuk sebuah benda dalam bentuk kubus-kubus yang tersusun.

Piet Mondrian’s styleAkhirnya ia pun menjadikan gaya ini sebagai gaya lukisannya. Pada tahun 1914, ia mencoba komposisi baru, yaitu dengan persegi panjang berwarna dan garis-garis yang berwarna hitam dan abu-abu. Lukisan Piet Mondrian yang terbaik, saat ini berada beberapa museum besar di Eropa seperti Rijksmuseum Kroller-Muller, Otterlo, dan Gemeentemuseum, Hague.

Penerapan De Stijl

Gaya De Stilj tidak hanya digunakan pada lukisan, melainkan juga pada interor dan arsitektur.

Sumber :

hariadhi.wordpress.com/2007/08/12

S., Arief Adityawan. 1999. Tinjauan Desain Dari Revolusi Industri hingga Postmoderen. cet.1. Jakarta: UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara.

www.artprofessor.com/artists/piet-mondrian.php

http://www.artinthepicture.com/artists/Piet_Mondrian/composition.jpeg

Bauhaus (1919-1933) Maret 15, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

 

Apa itu Bauhaus?

Berasal dari kata Bauen (to build = membangun / mengembangkan) dan haus (= rumah).

Bauhaus merupakan sekolah design pertama yang digagas oleh Walter Gropius (1883-1969). Walter Gropius dalam buku “The Theory and Organization of the Bauhaus” menyampaikan pendapatnya yaitu : “Setiap bentuk adalah perwujudan ide, setiap karya adalah manifestasi dari pikiran-pikiran pribadi kita. Tetapi, hanya karya yang merupakan hasil dari ekspresi pribadi yang bisa mempunyai arti spiritual”

Sekolah ini merupakan gabungan dari Weimar arts and crafts school, sekolah berorientasi seni terapan dengan Akademi seni Weimar.

Kapan sekolah Bauhaus didirikan?

Muncul pada tahun 1919 di Republik Weimar (sekarang Jerman).
Apa prinsip Bauhaus?

  • Dipengaruhi seni ekspresionisme
  • Menggunakan garis Bauhutte
  • Menggabungkan seniman dan kriyawan
  • Pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin

Apa misi Bauhaus?

Mengajarkan pendidikan arsitektur, seni, desain dan kriya (craft) sebagai sebuah kesatuan bersama teknologi. Industrialisasi adalah sebuah proses yang hanya dapat diterima melalui kemampuan seni dan ide yang cemerlang.

Apa tujuan Bauhaus?

Seperti yang ditulis oleh pencetusnya (Gropius), Bauhaus bertujuan agar seniman dan kriyawan bekerja sama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Bauhaus memiliki cita-cita membangun masyarakat spiritual baru.

Apa peranan Bauhaus dalam dunia desain?

1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.

2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang dikenal dengan international style).

3. menggabungkan seni dengan teknologi.

Bagaimana terbentuknya sekolah Bauhaus?

Menjelang Perang Dunia I (1914), warga Jerman menyambut Perang Dunia dengan penuh semangat. Namun pada tahun 1916 dan 1917, sikap anti-perang mulai bermunculan. Para seniman dan arsitek melakukan protes anti-perang, salah satunya adalah Walter Gropius (seorang arsitek dan desainer, murid dari Peter Behrens di perusahaan Jerman AEG) yang menyatakan bahwa kaum intelektual harus melakukan perpindahan dari pertempuran fisik ke pertempuran budaya

Setelah perang usai, Gropius mengirimkan proposal perubahan pendidikan dan sekolah seni rupa, yang kemudian disetujui oleh pemerintah. Pada tahun 1919, berdirilah sekolah baru yang disebut : “Staatliches Bauhaus Weimar, dimana Gropius menjabat sebagai direktur hingga tahun 1928.

Dalam perkembangannya, Bauhaus dibagi dua periode:

1. periode Weimar (1919-1924)

2. periode Dessau (1925-1932).

Beberapa pengajar Bauhaus:

1. L. Mies Van der Rohe

Dia terkenal dengan ungkapannya : “Less is More” dan “God is in the details“.

2. Paul Klee, 1939 Paul Klee (1920)

Ide-ide baru yang diajarkan Klee yaitu: menggabungkan seni rupa modern dengan seni primitif serta gambar dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual.

3. Vassilly Kandinsky Vassilly Kandinsky (1922)

Menurut Kandinsky, warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri.

4. Johannes Itten

Dia yang pertama kali menerapkan metode kursus dasar (preliminary course) di Bauhaus, seperti yang kini banyak diterapkan pada perguruan tinggi desain. Namun pada tahun 1923, ia keluar dari Bauhaus karena perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode pengajaran Itten, yang mementingkan rasionalisme dan desain untuk mesin, dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus, yang mementingkan bahasa rupa dalam desain yang objektif (prinsip modernisme) dan menolak metode pendekatan yang subjektif.

5. Theo Van Doesburg Theo Van Doesburg (1921-1923)

Tokoh gerakan De Stijl, ia berupaya menghilangkan pemikiran ekspresionisme yang bersifat individual dan emosional. De Stijl membawa pengaruh kuat bagi desain furniture dan tipografi.

Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari perubahan moto Bauhaus dari “A unity of art and handicraft” menjadi “Art and technology, a new unity“. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara missal menggunakan mesin.

Bauhaus sempat dipindahkan ke Berlin oleh L. Mies Van der Rohe sebelum kemudian dibubarkan oleh Hitler (1933) karena dianggap terlalu universal dan kurang nasionalis serta dituduh menganut komunis Bolshevik. Para desainer kemudian beremigrasi ke Amerika, antara lain Lazlo Moholy-Nagy yang menciptakan New Typography

Desainer-desainer yang pernah menjadi direktur Bauhaus:

1. Walter Gropius Walter Gropius

2. Johannes Itten Die Begegnung, 1916Johannes Itten

3. Ludwig Mies Van der Rohe Ludwig Mies Van der Rohe (1886-1969)

Para desainer eks-Bauhaus, di antaranya: Marchel Duchamp, Piet Mondrian, Walter Gropius, Mies Van der Rohe, Marcel Breuer, Lazlo Moholy-Nagy dan Herbert Bayer, mencoba mendirikan kembali Bauhaus di Amerika, namun tidak bertahan lama.

New Typography

Tokohnya adalah Lazlo Moholo-Nagy Lazlo Moholy-Nagy yang membuat eksplorasi tipografi pada karyanya, sebab tipografi adalah alat komunikasi yang kuat dari bentuknya. Untuk itu clarity (kejelasan) dan legibility (tingkat keterbacaan) sangat penting.

Tokoh yang lain adalah Jan Tschichold Jan Tschichold (1902-1974) yang terkenal dengan buku tentang dasar-dasar desain tipografi. Beberapa pemikiran yang diaplikasikan pada karyanya adalah:
Susunan huruf asimetris, variasi ukuran dan ketebalan pada stroke, dengan susunan desain vertikal/horisontal.

International Style

Gaya ini seringkali memanfaatkan teknik fotomontage yang dikembangkan El Lissitzky, sehingga berkesan nyata, menggunakan huruf sanserif, dan italic sehingga berkesan modern sesuai standar khas international style

El Lissitzky

Sumber:

http://www.mcs.csuhayward.edu/~malek/Klee.html

http://www.voopere.blogs.friendster.com/

http://www.rokokputih.blogspot.com/

S., Arief Adityawan. 1999. Tinjauan Desain Dari Revolusi Industri hingga Postmoderen. cet.1. Jakarta: UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara.

Art Deco Maret 15, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

Art Deco adalah sebuah gerakan desain yang populer dari 1920 hingga 1939, yang mempengaruhi seni dekoratif seperti arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual seperti misalnya fesyen, lukisan, seni grafis, dan film. Gerakan ini, dalam pengertian tertentu, adalah gabungan dari berbagai gaya dan gerakan pada awal abad ke-20, termasuk Konstruksionisme, Kubisme, Modernisme, Bauhaus, Art Nouveau, dan Futurisme. Popularitasnya memuncak pada 1920-an. Meskipun banyak gerakan desain mempunyai akar atau maksud politik atau filsafati, Art Deco murni bersifat dekoratif. Pada masa itu, gaya ini dianggap anggun, fungsional, dan ultra modern.

Art deco juga bertolak belakang dengan Seni modern yang menganut paham Form Follow Function, art deco juga mengutamakan keindahan, yang ditandai dengan banyaknya ukiran pada sebuah benda, dengan kata lain , bukan hanya memperhatikan fungsi, tapi juga mengutamakan keindahan luar.

Seniman Art Deco banyak bereksperimen dengan memakai teknik baru dan material baru, misalnya metal, kaca, bakelit serta plastik dan menggabungkannya dengan penemuan-penemuan baru saat itu, lampu misalnya, karya-karya mereka memakai warna-warna yang kuat serta bentuk-bentuk abstrak dan geometris misalnya bentuk tangga, segitiga dan lingkaran terbuka, tetapi mereka kadang masih menggunakan motif-motif tumbuhan dan figur, tetapi motif-motif tersebut cenderung mempunyai bentuk yang geometris. Komposisi elemen-elemennya mayoritas dalam format yang sederhana.

 

 

Asal usul Nama Art Deco

Ungkapan Art Deco diperkenalkan pertama kali pada tahun 1966 dalam katalog yang diterbitkan oleh Musée des Arts Décoratifs di Paris yang pada saat itu sedang mengadakan pameran dengan tema „Les Années 25“ yang bertujuan untuk meninjau kembali pameran internasional „Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes“ yang diselenggarakan pada tahun 1925 di Paris. Sejak saat itu nama Art Deco menjadi dikenal dan semakin populer dengan munculnya beberapa artikel dalam media cetak. Pada tanggal 2 November 1966 artikel yang berjudul „Art Deco“ dimuat di The Times, setahun kemudian artikel „Les Arts Déco“ dari Van Dongen, Chanel dan André Groult furniture dimuat dalam majalah Elle. Ungkapan Art Deco semakin mendapat tempat dalam dunia seni dengan dipublikasikannya buku „Art Deco“ karangan Bevis Hillier di Amerika pada tahun 1969. Jadi sebelum tahun 1966, masyarakat belum mengenal nama Art Deco dan menamai seni yang populer di antara kedua perang dunia itu sebagai seni modern.

 

Sejarah

Setelah Eksposisi Dunia 1900, berbagai seniman Perancis membentuk sebuah kolektif resmi, La Société des artistes décorateurs. Para pendirinya antara lain adalah Hector Guimard, Eugène Grasset, Raoul Lachenal, Paul Follot, Maurice Dufrene dan Emile Decour. Para seniman ini sangat mempengaruhi prinsip-prinsip Art Deco pada umumnya. Maksud perhimpunan ini adalah memperlihatkan tempat terkemuka dan evolusi seni dekoratif Perancis secara internasional. Wajarlah bila mereka mengorganisir Exposition Internationale des Arts Décoratifs et Industriels Modernes (Eksposisi Internasional untuk Seni Industri dan Dekoratif Modern) pada 1925, yang menampilkan seni dan kepentingan bisnis Perancis.

Gerakan awal ini disebut Style Moderne. Istilah Art Deco diambil dari Eksposisi 1925, meskipun baru pada 1960-an istilah ini diciptakan, ketika terjadi kebangkitan kembali Art Deco.

Art Deco1Art Deco2

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Art_Deco

 

http://www.bandungheritage.org/index.php?option=com_content&task=view&id=46&itemid=49

S., Arief Adityawan. 1999. Tinjauan Desain Dari Revolusi Industri hingga Postmoderen. cet.1. Jakarta: UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara.

 

 

Art Nouveau Maret 13, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

 

Adalah sebuah aliran seni rupa modern yang muncul tahun 1819 hingga perang dunia pertama tahun 1914 di Eropa daratan dan Amerika. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Aliran ini muncul sebagai reaksi dari perkembangan teknologi dan mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang kebutuhan manusia.

Perkembangan teknologi ini juga dapat mempengaruhi kehidupan social budaya, serta kehidupan psikologis manusia yang mencakup rasa akan keindahan. Revolusi industri yang terjadi bukan hanya mendapat reaksi negative dari para seniman, namun sekaligus menciptakan bidang profesi baru yang termasuk dalam seni terapan. Hal ini terjadi karena dunia industri membutuhkan sarana promosi, dan sarana promosi paling efektif pada saat itu adalah poster.

Art Nouveau bergaya extravaganza dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan wanita, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Ukiran floral Art Nouveau cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan manusia yang sifatnya sangat emosional.

Gaya Art Nouveau tadinya dimaksudkan sebagai popular art atau seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan. Namun dalam kenyataannya aliran ini lebih banyak diterapkan pada seni dan barang yang biasa dikonsumsi oleh orang kaya. Gaya ini diaplikasikan pada seni, arsitektur, furniture, perabot logam, ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Nama Art Nouveau itu sendiri ternyata berbeda di tiap negara di benua Eropa. Aslinya nama tersebut diambil dari nama sebuah toko yang dibuka oleh Siegfried Bing pada tahun 1895 di Paris.

Di Jerman, nama lainnya adalah Jugendstil atau gaya muda, yang diambil dari sebuah majalah Die Jugend. Di Austria namanya adalah Sezessionistil atau Vinna Secession, sedangkan Polandia menyebut aliran Art Nouveau dengan Mloda Polska yang merupakan Young Poland style. Di Denmark namanya adalah Skonvirke.

 

Nama lain aliran ini di Spanyol (berpusat di Barcelona) adalah Modernismo atau Modernista. Arsitek Antoni Gaudi adalah praktisioner yang paling terkenal di sini. Art Nouveau juga berkembang di pusat dan bagian Timur benua Eropa, yang dibawa oleh Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian dari Republik Ceko) dan Latvian Romanticism (Riga, pusat dari Latvia, adalah tempat lebih dari 800 bangunan Art Nouveau).

Di Inggris nama lainnya adalah Glasgow dengan tokohnya yang bernama Charles Rennie Mackintosh. Di Itali, Stile Liberty dinamakan untuk London shop, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern dari aliran ini.

Art Nouveau mencapai klimaksnya pada tahun 1890 sampai 1905. Salah satu dari lukisan pertama Art Nouveau dapat ditemukan di istana Roquetaillade di Perancis. Viollet-le-Duc membangun ulang istana ini sekitar tahun 1850, tanpa mengubah rancangan Art Nouveau yang ada di dalamnya.

 

Berikut ini karya Art Nouveau :

arsitektur1.jpg art_nouveau_ivy_portrait_by_enchantedgal.jpg

Art and Craft Movements Maret 13, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

Adalah sebuah gerakan yang berusaha menghidupkan kembali keterampilan tangan manusia dalam seni dan kriya sebagai penolakan kehadiran industri, di Amerika disebut Mission style. Didirikan oleh John Ruskin dan William Morris pada 1888 di Inggris. Ruskin mengkritik kondisi sosial buruh di Inggris yang sangat menyedihkan pada awal revolusi industri. Ide ini diaplikasikan murid Ruskin, William Morris dalam menghasilkan produk kombinasi dari art dan craft (sesuai nama gerakannya) yang begitu memperhatikan kualitas.

Art and Craft Movement menekankan pada produk-produk yang dihasilkan dengan tangan (hand made), meski untuk itu produk yang dihasilkan secara jumlah menjadi sangat terbatas. Itu dikarenakan gerakan ini anti mesin-mesin industri untuk membuat produksi yang lebih massal. Ini pula yang kemudian dianggap sebagai faktor yang membuat gerakan ini dianggap gagal. Karya-karya pada Art and Craft Movement berangkat dengan gaya yang baru (new style) dengan inspirasi dari alam (nature) yang disederhanakan (simplified) serta ditampilkan dalam bentuk pattern. Bengkelnya sejak 1880 menghasilkan berbagai produk dengan gaya Gothic yang dianggap sebagai the culture of the God, dan inspirasi oriental, berkesan glorious dengan sifat yang authorian (dengan kekuasaan/ authority tertinggi berada di ‘tangan’ Tuhan). Tema-tema gothic sendiri memberikan kesan dignity, religius serta menekankan pada harmoni.

Hal ini akan segera tertangkap pada kediaman Morris yang terlihat ‘terinspirasi’ dengan bangunan yang menjulang, pemilihan bahan (batu bata merah) yang sangat harmoni dan selaras dengan rerumputan hijau di halaman yang lapang. Atau penggambarannya atas sosok ideal wanita pada masa tersebut yang lebih bermain pada distorsi (dengan memanjangkan kaki dan membuat sosok yang lebih kurus) yang sangat berlainan dengan sosok wanita ideal dari era renaissance yang lebih mengagungkan sosok yang padat dan berisi.

Kedua pendiri memiliki paham sosialis, ide mereka:

  • Reformasi sosial
  • Penolakan metode kerja pabrik secara mekanis
  • Menghasilkan barang indah dengan harga terjangkau.

Revolusi industri memisahkan manusia dari kreativitas mereka dan individualisme. Di Britania dan Amerika pergerakan ini bergantung pada bakat dan kreativitas individual penkriya dan mencoba menciptakan lingkungan yang total. Pergerakan Inggris focus pada kekayaan gaya gothic. Dinding interior mereka antara putih atau bertema medieval. Untuk pot dan desain tekstil rumit, penuh warna dan realistic. Kebalikannya pergerakan Amerika melukiskan inspirasi dari bahan dari biji-bijian kayu atau bentuk pot. mereka membuat dinding dengan penuh irama kayu dan lukisan dengan kebumian. Penggunaan mesin murah, membuat produk terjangkau untuk masyarakat.

Sementara itu sejak 1850an Inggris mereformasi jalur pelatihan tradisionalnya menggabungkan cara kerja pekriya dengan akademi seni disebut Aesthetic Style , tujuannya untuk mempertahankan keunggulannya dalam bidang kriya. Sejak itu muncul gilda-gilda dimana para artisan bekerja mengabungkan fungsi ekonomis dengan gaya hidup masyarakat tradisional setempat. Masa jaya gerakan ini adalah sekitar tahun 1888-1910. ‘Mata-mata kebudayaan’ Jerman, Herman Muthesius mengkritik untuk art and craft bahwa walaupun berusaha menyediakan barang indah namun ternyata barang tsb dibuat menjadi mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan kaya.

Glassgow school didirikan oleh Charles Rennie Mackinstosh, Margaret dan Frances Macdonald dan George Walton. Glassgow school dikaitakan dengan art nouveau karena desain yang penuh ornamen geometris namun melalui hubungan antara Mackintosh sebagai murid William Morris, banyak mendapat pengaruh dari art and craft movement.

 

 

 

 

John Ruskin (1819-1900)

John Ruskin lahir di London pada 8 February 1819. Dia adalah salah satu figur terhebat dalam masa Victorian, puisi, seniman, kritik, pembicara dan pejuang social. Ruskin membuat kunjungan pertamanya ke Keswick pada 1824, ketika ia berumur 5 tahun. Pertama kali melihat Friars Crag membuat kesan mendalam padanya dan bertahun kemudian dia melukiskan kejadian tsb dengan ‘penciptaan dunia untuk saya’. Saat umurnya 11 tahun ia menuliskan pengalamannya dalam Iteriad, sebuah puisi berisi 2310 baris. Ruskin berpendidikan dan menjadi Slade Professor of Fine Art di Oxford University pada 1869. Ruskin percaya bahwa pekriya individual menghasilkan hasil yang paling indah dan unik. Ruskin meninggal di Brantwood karena influenza pada 20 Januari 1900 dan dikubur di pemakaman St Andrew di Coniston. Batu nisannya didesain oleh W.G. Collingwood dengan ukiran salib besar dengan simbol melukiskan aspek penting dari pekerjaan dan hidup Ruskin. Setahun kemudian W.G. Collingwood membuat pameran, sekarang disebut Museum Ruskin.

John Ruskin John Ruskin in his study at Brantwood, 1881

 

 

William Morris (18341896)

Morris adalah seorang seniman, penyair dan pejuang sosial, yang menolak era Victorian dan ingin kembali ke tradisi medieval, pekriya dan komunitas. Dia terinsipirasi dari John Ruskin dan Augustus Pugin. Didorong dari pengalamannya membangun rumahnya, Red House. Dia menuliskan bahwa rumah yang indah adalah produksi paling penting dalam seni dan hal yang paling penting untuk dipertahankan. Morris membangun studio pada 1861. dan pada 1875 dia mengorganisasi persekutuan menjadi Morris And Co. Dia menarik dari alam sekitarnya seperti seniman sebelumnya. Metode tradisionalnya sering menghasilkan pewarnaan dari sayur. Dia menyempurnakan penggunaan kayu untuk pencetakan kertas dinding dan tekstil. Dia mengembangkan Kelmscott Press pada 1890 dan memakai desainnya untuk huruf ketik dan ornamental. Dalam tulisan politiknya, dia mencoba mengoreksi efek dehumanisasi revolusi industri dengan membentuk kumpulan dimana masyarakat dapat menikmati kriya dan kesederhanaan ekspresi. Dia mencari dalam masa lalu sebagai inspirasi untuk masa depan seperti renaissance, India dan Jepang dan Islamic. Pergerakannya juga terkait dengan perkembangan lainnya. Sosial dan moral yang kuat dalam arts dan crafts movement telah dipastikan kelanjutannya yang relevan. Tidak seperti pergerakan seni lainnya. Prinsip William Morris yaitu desain yang jujur dan fungsional, penggunaan bentuk natural dalam pola dan pentingnya kreativitas, pekerjaan manual.

 

 

Berikut ini beberapa karya Art and Craft Movements :

cv3.jpg Armchair

Minstrel with clarinet

Lewknor Windows, St. Margarets’s

Praising Angel Dining Chair
Lion Rampant
Troilus and Criseyde

Sumber:

http://anc.gray-cells.com

http://www.morrissociety.org

http://gimson.leicester.gov.uk

http://char.txa.cornell.edu

http://hafizsan.multiply.com

http://www.visitcumbria.com

http://www.brandlighting.com

http://www.tbpcontrol.co.uk

http://www1.walthamforest.gov.uk

http://www.artknowledgenews.com

http://www.voewood.com

http://www.coloarts-crafts.org

S., Arief Adityawan. 1999. Tinjauan Desain Dari Revolusi Industri hingga Postmoderen. cet.1. Jakarta: UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara.

 

 

Halo dunia! Februari 28, 2008

Posted by artdelicious in About us.
2 comments
Halo Dunia!We’re the artdelicious! The members are:
1. Maria Fransisca Lianna (nickname: Lianna)
Nim: 625060058
2. Yenniwati (nickname: Yenni)
Nim: 625060097
3. Lia Agustina (nickname: Lea)
Nim: 625060115
4. Ellen Joy (nickname: Joy)
Nim: 625060130
5. Joanne Siauw (nickname: Jojo)
Nim: 625060166
6. Lilyana (nickname: Lilo)
Nim: 625060169

Kami mahasiswi dari Universitas Tarumanagara, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Desain Komunikasi Visual, angkatan 2006.

Kami memilih nama “artdelicious” karena…
bagi kami seni (art) sudah menjadi makanan sehari-hari dan sangat lezat (delicious)!

Blog ini kami buat untuk memenuhi tugas Tinjauan Desain dengan dosen pembimbing Bapak Arief Adityawan.

Sekian.. selamat menikmati sajian kami ^^ slurp~~