Bauhaus (1919-1933) Maret 15, 2008
Posted by artdelicious in Tak Berkategori.trackback
Apa itu Bauhaus?
Berasal dari kata Bauen (to build = membangun / mengembangkan) dan haus (= rumah).
Bauhaus merupakan sekolah design pertama yang digagas oleh Walter Gropius (1883-1969). Walter Gropius dalam buku “The Theory and Organization of the Bauhaus” menyampaikan pendapatnya yaitu : “Setiap bentuk adalah perwujudan ide, setiap karya adalah manifestasi dari pikiran-pikiran pribadi kita. Tetapi, hanya karya yang merupakan hasil dari ekspresi pribadi yang bisa mempunyai arti spiritual”
Sekolah ini merupakan gabungan dari Weimar arts and crafts school, sekolah berorientasi seni terapan dengan Akademi seni Weimar.
Kapan sekolah Bauhaus didirikan?
Muncul pada tahun 1919 di Republik Weimar (sekarang Jerman).
Apa prinsip Bauhaus?
- Dipengaruhi seni ekspresionisme
- Menggunakan garis Bauhutte
- Menggabungkan seniman dan kriyawan
- Pendekatan rasionalisme dan desain untuk mesin
Apa misi Bauhaus?
Mengajarkan pendidikan arsitektur, seni, desain dan kriya (craft) sebagai sebuah kesatuan bersama teknologi. Industrialisasi adalah sebuah proses yang hanya dapat diterima melalui kemampuan seni dan ide yang cemerlang.
Apa tujuan Bauhaus?
Seperti yang ditulis oleh pencetusnya (Gropius), Bauhaus bertujuan agar seniman dan kriyawan bekerja sama untuk menciptakan “bangunan masa depan”. Bauhaus memiliki cita-cita membangun masyarakat spiritual baru.
Apa peranan Bauhaus dalam dunia desain?
1. menciptakan metode pendidikan seni rupa, desain, kriya dan arsitektur yang terpadu.
2. memberi bentuk yang lebih jelas mengenai apa dan bagaimana desain modern (yang dikenal dengan international style).
3. menggabungkan seni dengan teknologi.
Bagaimana terbentuknya sekolah Bauhaus?
Menjelang Perang Dunia I (1914), warga Jerman menyambut Perang Dunia dengan penuh semangat. Namun pada tahun 1916 dan 1917, sikap anti-perang mulai bermunculan. Para seniman dan arsitek melakukan protes anti-perang, salah satunya adalah Walter Gropius (seorang arsitek dan desainer, murid dari Peter Behrens di perusahaan Jerman AEG) yang menyatakan bahwa kaum intelektual harus melakukan perpindahan dari pertempuran fisik ke pertempuran budaya
Setelah perang usai, Gropius mengirimkan proposal perubahan pendidikan dan sekolah seni rupa, yang kemudian disetujui oleh pemerintah. Pada tahun 1919, berdirilah sekolah baru yang disebut : “Staatliches Bauhaus Weimar“, dimana Gropius menjabat sebagai direktur hingga tahun 1928.
Dalam perkembangannya, Bauhaus dibagi dua periode:
1. periode Weimar (1919-1924)
2. periode Dessau (1925-1932).
Beberapa pengajar Bauhaus:
1. L. Mies Van der Rohe
Dia terkenal dengan ungkapannya : “Less is More” dan “God is in the details“.
Ide-ide baru yang diajarkan Klee yaitu: menggabungkan seni rupa modern dengan seni primitif serta gambar dalam menciptakan dan lukisan yang mempengaruhi komunikasi visual.
Menurut Kandinsky, warna dan bentuk memiliki nilai-nilai spiritual dan makna tersendiri.
4. Johannes Itten
Dia yang pertama kali menerapkan metode kursus dasar (preliminary course) di Bauhaus, seperti yang kini banyak diterapkan pada perguruan tinggi desain. Namun pada tahun 1923, ia keluar dari Bauhaus karena perbedaan pendapat dengan Gropius. Metode pengajaran Itten, yang mementingkan rasionalisme dan desain untuk mesin, dianggap tidak sesuai dengan prinsip Bauhaus, yang mementingkan bahasa rupa dalam desain yang objektif (prinsip modernisme) dan menolak metode pendekatan yang subjektif.
5.
Theo Van Doesburg (1921-1923)
Tokoh gerakan De Stijl, ia berupaya menghilangkan pemikiran ekspresionisme yang bersifat individual dan emosional. De Stijl membawa pengaruh kuat bagi desain furniture dan tipografi.
Perkembangan dan perhatian Gropius terhadap modernisme dan industrialisasi tampak dari perubahan moto Bauhaus dari “A unity of art and handicraft” menjadi “Art and technology, a new unity“. Romantisme abad pertengahan dan ekspresionisme diganti oleh desain terapan yang sangat rasional dan dapat diproduksi secara missal menggunakan mesin.
Bauhaus sempat dipindahkan ke Berlin oleh L. Mies Van der Rohe sebelum kemudian dibubarkan oleh Hitler (1933) karena dianggap terlalu universal dan kurang nasionalis serta dituduh menganut komunis Bolshevik. Para desainer kemudian beremigrasi ke Amerika, antara lain Lazlo Moholy-Nagy yang menciptakan New Typography
Desainer-desainer yang pernah menjadi direktur Bauhaus:
3.
Ludwig Mies Van der Rohe (1886-1969)
Para desainer eks-Bauhaus, di antaranya: Marchel Duchamp, Piet Mondrian, Walter Gropius, Mies Van der Rohe, Marcel Breuer, Lazlo Moholy-Nagy dan Herbert Bayer, mencoba mendirikan kembali Bauhaus di Amerika, namun tidak bertahan lama.
New Typography
Tokohnya adalah
Lazlo Moholy-Nagy yang membuat eksplorasi tipografi pada karyanya, sebab tipografi adalah alat komunikasi yang kuat dari bentuknya. Untuk itu clarity (kejelasan) dan legibility (tingkat keterbacaan) sangat penting.
Tokoh yang lain adalah
Jan Tschichold (1902-1974) yang terkenal dengan buku tentang dasar-dasar desain tipografi. Beberapa pemikiran yang diaplikasikan pada karyanya adalah:
Susunan huruf asimetris, variasi ukuran dan ketebalan pada stroke, dengan susunan desain vertikal/horisontal.
International Style
Gaya ini seringkali memanfaatkan teknik fotomontage yang dikembangkan El Lissitzky, sehingga berkesan nyata, menggunakan huruf sanserif, dan italic sehingga berkesan modern sesuai standar khas international style
Sumber:
http://www.mcs.csuhayward.edu/~malek/Klee.html
http://www.voopere.blogs.friendster.com/
http://www.rokokputih.blogspot.com/
S., Arief Adityawan. 1999. Tinjauan Desain Dari Revolusi Industri hingga Postmoderen. cet.1. Jakarta: UPT Penerbitan Universitas Tarumanagara.
Komentar»
No comments yet — be the first.