jump to navigation

Art Nouveau Maret 13, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

 

Adalah sebuah aliran seni rupa modern yang muncul tahun 1819 hingga perang dunia pertama tahun 1914 di Eropa daratan dan Amerika. Abad ke-20 merupakan masa yang subur bagi berbagai jenis seni rupa modern untuk berkembang, hal ini dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi dan pengaruh-pengaruh budaya baru (juga didukung oleh industrialisasi, kolonialisme, urbanisasi, dll.). Aliran ini muncul sebagai reaksi dari perkembangan teknologi dan mesin yang dianggap menghilangkan sifat manusiawi dalam seni dan pembuatan barang kebutuhan manusia.

Perkembangan teknologi ini juga dapat mempengaruhi kehidupan social budaya, serta kehidupan psikologis manusia yang mencakup rasa akan keindahan. Revolusi industri yang terjadi bukan hanya mendapat reaksi negative dari para seniman, namun sekaligus menciptakan bidang profesi baru yang termasuk dalam seni terapan. Hal ini terjadi karena dunia industri membutuhkan sarana promosi, dan sarana promosi paling efektif pada saat itu adalah poster.

Art Nouveau bergaya extravaganza dengan ornamen yang terinspirasi dari alam seperti flora yang penuh dengan sulur-sulur, kelopak bunga dan kecantikan wanita, tapi tetap mengandalkan prinsip-prinsip geometris (sebagai perbandingan: Art Deco yang geometris, kaku meski menggambarkan figur-figur hewan, bunga, atau manusia). Ukiran floral Art Nouveau cenderung tampil berlebihan untuk menekankan keterampilan manusia yang sifatnya sangat emosional.

Gaya Art Nouveau tadinya dimaksudkan sebagai popular art atau seni yang dapat dinikmati oleh orang kebanyakan. Namun dalam kenyataannya aliran ini lebih banyak diterapkan pada seni dan barang yang biasa dikonsumsi oleh orang kaya. Gaya ini diaplikasikan pada seni, arsitektur, furniture, perabot logam, ilustrasi buku serta berbagai barang cetakan.

Nama Art Nouveau itu sendiri ternyata berbeda di tiap negara di benua Eropa. Aslinya nama tersebut diambil dari nama sebuah toko yang dibuka oleh Siegfried Bing pada tahun 1895 di Paris.

Di Jerman, nama lainnya adalah Jugendstil atau gaya muda, yang diambil dari sebuah majalah Die Jugend. Di Austria namanya adalah Sezessionistil atau Vinna Secession, sedangkan Polandia menyebut aliran Art Nouveau dengan Mloda Polska yang merupakan Young Poland style. Di Denmark namanya adalah Skonvirke.

 

Nama lain aliran ini di Spanyol (berpusat di Barcelona) adalah Modernismo atau Modernista. Arsitek Antoni Gaudi adalah praktisioner yang paling terkenal di sini. Art Nouveau juga berkembang di pusat dan bagian Timur benua Eropa, yang dibawa oleh Alfons Mucha di Prague dan Moravia (bagian dari Republik Ceko) dan Latvian Romanticism (Riga, pusat dari Latvia, adalah tempat lebih dari 800 bangunan Art Nouveau).

Di Inggris nama lainnya adalah Glasgow dengan tokohnya yang bernama Charles Rennie Mackintosh. Di Itali, Stile Liberty dinamakan untuk London shop, Liberty & Co, yang mendistribusikan desain modern dari aliran ini.

Art Nouveau mencapai klimaksnya pada tahun 1890 sampai 1905. Salah satu dari lukisan pertama Art Nouveau dapat ditemukan di istana Roquetaillade di Perancis. Viollet-le-Duc membangun ulang istana ini sekitar tahun 1850, tanpa mengubah rancangan Art Nouveau yang ada di dalamnya.

 

Berikut ini karya Art Nouveau :

arsitektur1.jpg art_nouveau_ivy_portrait_by_enchantedgal.jpg

Art and Craft Movements Maret 13, 2008

Posted by artdelicious in Tak Berkategori.
add a comment

Adalah sebuah gerakan yang berusaha menghidupkan kembali keterampilan tangan manusia dalam seni dan kriya sebagai penolakan kehadiran industri, di Amerika disebut Mission style. Didirikan oleh John Ruskin dan William Morris pada 1888 di Inggris. Ruskin mengkritik kondisi sosial buruh di Inggris yang sangat menyedihkan pada awal revolusi industri. Ide ini diaplikasikan murid Ruskin, William Morris dalam menghasilkan produk kombinasi dari art dan craft (sesuai nama gerakannya) yang begitu memperhatikan kualitas.

Art and Craft Movement menekankan pada produk-produk yang dihasilkan dengan tangan (hand made), meski untuk itu produk yang dihasilkan secara jumlah menjadi sangat terbatas. Itu dikarenakan gerakan ini anti mesin-mesin industri untuk membuat produksi yang lebih massal. Ini pula yang kemudian dianggap sebagai faktor yang membuat gerakan ini dianggap gagal. Karya-karya pada Art and Craft Movement berangkat dengan gaya yang baru (new style) dengan inspirasi dari alam (nature) yang disederhanakan (simplified) serta ditampilkan dalam bentuk pattern. Bengkelnya sejak 1880 menghasilkan berbagai produk dengan gaya Gothic yang dianggap sebagai the culture of the God, dan inspirasi oriental, berkesan glorious dengan sifat yang authorian (dengan kekuasaan/ authority tertinggi berada di ‘tangan’ Tuhan). Tema-tema gothic sendiri memberikan kesan dignity, religius serta menekankan pada harmoni.

Hal ini akan segera tertangkap pada kediaman Morris yang terlihat ‘terinspirasi’ dengan bangunan yang menjulang, pemilihan bahan (batu bata merah) yang sangat harmoni dan selaras dengan rerumputan hijau di halaman yang lapang. Atau penggambarannya atas sosok ideal wanita pada masa tersebut yang lebih bermain pada distorsi (dengan memanjangkan kaki dan membuat sosok yang lebih kurus) yang sangat berlainan dengan sosok wanita ideal dari era renaissance yang lebih mengagungkan sosok yang padat dan berisi.

Kedua pendiri memiliki paham sosialis, ide mereka:

  • Reformasi sosial
  • Penolakan metode kerja pabrik secara mekanis
  • Menghasilkan barang indah dengan harga terjangkau.

Revolusi industri memisahkan manusia dari kreativitas mereka dan individualisme. Di Britania dan Amerika pergerakan ini bergantung pada bakat dan kreativitas individual penkriya dan mencoba menciptakan lingkungan yang total. Pergerakan Inggris focus pada kekayaan gaya gothic. Dinding interior mereka antara putih atau bertema medieval. Untuk pot dan desain tekstil rumit, penuh warna dan realistic. Kebalikannya pergerakan Amerika melukiskan inspirasi dari bahan dari biji-bijian kayu atau bentuk pot. mereka membuat dinding dengan penuh irama kayu dan lukisan dengan kebumian. Penggunaan mesin murah, membuat produk terjangkau untuk masyarakat.

Sementara itu sejak 1850an Inggris mereformasi jalur pelatihan tradisionalnya menggabungkan cara kerja pekriya dengan akademi seni disebut Aesthetic Style , tujuannya untuk mempertahankan keunggulannya dalam bidang kriya. Sejak itu muncul gilda-gilda dimana para artisan bekerja mengabungkan fungsi ekonomis dengan gaya hidup masyarakat tradisional setempat. Masa jaya gerakan ini adalah sekitar tahun 1888-1910. ‘Mata-mata kebudayaan’ Jerman, Herman Muthesius mengkritik untuk art and craft bahwa walaupun berusaha menyediakan barang indah namun ternyata barang tsb dibuat menjadi mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan kaya.

Glassgow school didirikan oleh Charles Rennie Mackinstosh, Margaret dan Frances Macdonald dan George Walton. Glassgow school dikaitakan dengan art nouveau karena desain yang penuh ornamen geometris namun melalui hubungan antara Mackintosh sebagai murid William Morris, banyak mendapat pengaruh dari art and craft movement.

 

 

 

 

John Ruskin (1819-1900)

John Ruskin lahir di London pada 8 February 1819. Dia adalah salah satu figur terhebat dalam masa Victorian, puisi, seniman, kritik, pembicara dan pejuang social. Ruskin membuat kunjungan pertamanya ke Keswick pada 1824, ketika ia berumur 5 tahun. Pertama kali melihat Friars Crag membuat kesan mendalam padanya dan bertahun kemudian dia melukiskan kejadian tsb dengan ‘penciptaan dunia untuk saya’. Saat umurnya 11 tahun ia menuliskan pengalamannya dalam Iteriad, sebuah puisi berisi 2310 baris. Ruskin berpendidikan dan menjadi Slade Professor of Fine Art di Oxford University pada 1869. Ruskin percaya bahwa pekriya individual menghasilkan hasil yang paling indah dan unik. Ruskin meninggal di Brantwood karena influenza pada 20 Januari 1900 dan dikubur di pemakaman St Andrew di Coniston. Batu nisannya didesain oleh W.G. Collingwood dengan ukiran salib besar dengan simbol melukiskan aspek penting dari pekerjaan dan hidup Ruskin. Setahun kemudian W.G. Collingwood membuat pameran, sekarang disebut Museum Ruskin.

John Ruskin John Ruskin in his study at Brantwood, 1881

 

 

William Morris (1834-1896)

Morris adalah seorang seniman, penyair dan pejuang sosial, yang menolak era Victorian dan ingin kembali ke tradisi medieval, pekriya dan komunitas. Dia terinsipirasi dari John Ruskin dan Augustus Pugin. Didorong dari pengalamannya membangun rumahnya, Red House. Dia menuliskan bahwa rumah yang indah adalah produksi paling penting dalam seni dan hal yang paling penting untuk dipertahankan. Morris membangun studio pada 1861. dan pada 1875 dia mengorganisasi persekutuan menjadi Morris And Co. Dia menarik dari alam sekitarnya seperti seniman sebelumnya. Metode tradisionalnya sering menghasilkan pewarnaan dari sayur. Dia menyempurnakan penggunaan kayu untuk pencetakan kertas dinding dan tekstil. Dia mengembangkan Kelmscott Press pada 1890 dan memakai desainnya untuk huruf ketik dan ornamental. Dalam tulisan politiknya, dia mencoba mengoreksi efek dehumanisasi revolusi industri dengan membentuk kumpulan dimana masyarakat dapat menikmati kriya dan kesederhanaan ekspresi. Dia mencari dalam masa lalu sebagai inspirasi untuk masa depan seperti renaissance, India dan Jepang dan Islamic. Pergerakannya juga terkait dengan perkembangan lainnya. Sosial dan moral yang kuat dalam arts dan crafts movement telah dipastikan kelanjutannya yang relevan. Tidak seperti pergerakan seni lainnya. Prinsip William Morris yaitu desain yang jujur dan fungsional, penggunaan bentuk natural dalam pola dan pentingnya kreativitas, pekerjaan manual.

 

 

Berikut ini beberapa karya Art and Craft Movements :

cv3.jpg Armchair

Minstrel with clarinet

Lewknor Windows, St. Margarets’s